Media Informasi, Kreasi, dan Hiburan

Kereta api listrik (KRL) maupun diesel diketahui memancarkan gelombang Elektro-Magnetik (EM), baik melalui rel yang dilewatinya maupun melalui jala-jala listrik di atasnya. Akibat adanya gelombang EM ini, mobil yang melewati rel dapat mogok saat melintas di atas rel kereta. Penyebab mesin mobil mati dan mendadak sulit dinyalakan dalam kondisi tersebut, kemungkinan disebabkan adanya material rel kereta yang terbuat dari baja dapat menghantarkan listrik dan magnet.

Beberapa ahli juga mengatakan bahwa matinya mesin kendaraan di rel kereta api karena adanya pengaruh gesekan dan akhirnya menimbulkan efek impedans (beda potensial elektrik pada ujung-ujung suatu komponen dan arus yang melalui komponen). Rel dapat menyimpan medan magnet yang cukup tinggi, sehingga dipercaya akan menimbulkan masalah kelistrikan pada kendaraan, dan praktis mesin mobil sulit dihidupkan saat mati mendadak. Efek impedans mempengaruhi dynamo stater pada mesin yang terbuat dari magnet, dan akhirnya mobil yang sudah terkena efek tersebut akan sulit dihidupkan.

Menurut beberapa ahli dan pengalaman pengemudi, salah satu solusi yang bisa dilakukan saat mesin mobil mati mendadak di atas rel kereta yaitu dengan membunyikan klakson secara terus menerus dan starter mobil. Cara tersebut bertujuan untuk memutus rangkaian listrik dan medan magnet di sekitarnya.

Hal di atas adalah hanya salah satu solusi saat mengalami mesin mati saat melintasi rel kereta. Usahakan jangan melintasi rel walau jarak kereta api cukup jauh, hal ini untuk mengurangi kemungkinan efek impedans. Ketenangan pengemudi tetap sebagai prioritas, baiknya segera meninggalkan mobil jika cara tersebut tidak berhasil dan jauhi perlintasan kereta api demi keselamatan.

Intinya, setiap pengemudi kendaaan bermotor harus selalu waspada dan tidak memaksa melewati palang pintu yang hendak tertutup. Membiarkan kereta lebih dulu lewat adalah solusi terbaik untuk selamat sampai tujuan.

Tulisan ini hanya untuk menyebarkan sedikit informasi, dan mudah-mudahan bermanfaat bagi penulis dan yang membaca tulisan ini.

[ disadur dari lipi.go.id dan momobil.id ]

PPDB SMP KOSGORO KOTA BOGOR

Kegiatan pendaftaran dan layanan informasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dan Pindahan Tahun Ajaran 2021/2022 dilaksanakan di Kampus SMP Kosgoro, beralamat di Jl. Pajajaran No. 217A Kota Bogor, Jawa Barat.
Pendaftaran berlangsung dari tanggal 29 Januari – 17 Juli 2021 dengan jam layanan mulai pukul 8.00 sampai dengan pukul 15.00 WIB setiap hari kerja. Pembayaran biaya PPDB bisa diangsur. Calon siswa bisa mendaftar secara langsung ke Gedung SMP Kosgoro ataupun secara online/daring.

~ [ BROSUR PPDB 1 ]  [ BROSUR PPDB 2 ]

~ [ BIAYA PPDB ]

~ [ PENDAFTARAN ONLINE ]

Informasi Sekolah lebih lanjut :
–  No. Telp.  0251 – 8320350
–  No. WA / BIP  0856 1122 217

Tulisan ini tentunya sudah pernah dibaca karena pernah beredar di media sosial dan dunia maya, namun tidak ada salahnya penulis memposting ulang untuk pencerahan, khususnya untuk diri penulis sendiri.

Hidup Semakin Indah dengan Memberi dan Berbaik Sangka

Seorang dosen tengah berjalan santai bersama seorang mahasiswa di taman kampus, keduanya melihat sepasang sepatu yg sudah usang dan lusuh. Mereka berdua yakin kalau itu adalah sepatu milik pekerja kebun yang sebentar lagi akan menyelesaikan pekerjaannya.
Sang mahasiswa melihat kepada dosennya dan berkata, “Bagaimana kalau kita candai tukang kebun ini dengan menyembunyikan sepatunya, kemudian kita bersembunyi di belakang pepohonan, nanti ketika dia datang, kita lihat bagaimana dia kaget dan cemas karena kehilangan sepatunya.”
Dosen itu menjawab, “Mahasiswaku, tidak pantas kita menghibur diri dengan mengorbankan orang miskin. Kamu kan seorang yang kaya, dan kamu bisa saja menambah kebahagiaan untuk dirinya. Sekarang coba kamu masukkan beberapa lembar uang kertas ke dalam sepatunya, kemudian saksikan bagaimana respon dari tukang kebun miskin itu?”
Sang mahasiswa takjub dengan usulan dosennya. Dia langsung memasukkan beberapa lembar uang ke dalam sepatu tukang kebun itu. Setelah itu, ia bersembunyi di balik semak-semak bersama dosennya sambil mengintip apa yang akan terjadi dengan tukang kebun.
Tak beberapa lama, datanglah tukang kebun itu. Sambil mengibas-ngibaskan kotoran debu dari pakaiannya, dia menuju tempat dia meninggalkan sepatu sebelum bekerja. Ketika ia memasukkan kakinya ke dalam sepatu, ia menjadi terperanjat, karena ada sesuatu yang mengganjal di dalamnya. Saat ia keluarkan, ternyata ‘uang’. Dia memeriksa sepatu yang satunya lagi, ternyata juga berisi ‘uang’. Dia memandangi uang itu berulang-ulang seolah ia tidak percaya dengan penglihatannya. Ia pun memutar pandangannya ke segala penjuru, namun ia tidak melihat seorang pun.
Sambil menggenggam uang itu, lalu ia berlutut sambil menengadah ke langit dan berucap, “Aku bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan… Tuhanku Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Engkau Yang Maha Tahu, istriku sedang sakit dan anak-anakku kelaparan, mereka belum mendapatkan makanan hari ini. Engkau telah menyelamatkanku, anak-anakku dan istriku dari penderitaan…”
Dengan kepolosannya, dia terus menangis terharu sambil memandangi langit sebagai ungkapan rasa syukurnya atas karunia dari Tuhan.
Sang mahasiswa sangat terharu dengan pemandangan yang dilihatnya dari balik persembunyian itu. Air matanya menetes tanpa dapat ia bendung.
Sang dosen yang bijak tersebut pun berkata kepada mahasiswanya, “Bukankah sekarang kamu merasakan kebahagiaan yg lebih dari pada kamu melakukan usulan pertama dengan menyembunyikan sepatu tukang kebun miskin itu?”
Sang mahasiswa menjawab, “Aku telah mendapatkan pelajaran yang tidak akan aku lupakan seumur hidupku. Sekarang aku paham makna kalimat : Ketika kamu memberi, kamu akan memperoleh kebahagiaan yang lebih banyak daripada ketika kamu diberi”

Pemberian bisa berbagai macam bentuk, diantaranya:

  • Berbaik sangka dan menghilangkan prasangka buruk
  • Memaafkan kesalahan orang di saat kamu mampu melakukan balas dendam
  • Menahan diri dari membicarakan aib sesama kita di belakangnya
  • Mendoakan teman dan saudaramu di belakangnya (tanpa sepengetahuannya)

Marilah saling ‘memberi dan berbuat baik’, hidup kita akan menjadi lebih indah. Semoga kita menjadi lebih baik dan bermanfaat untuk sesama.

Sumber : Internet & Medsos

Tulisan ini hanya untuk sekedar mengingatkan diri sendiri, berhubungan dengan fenomena saat ini dimana hampir semua orang dari anak-anak sampai orang tua tidak bisa lagi terlepas dengan yang namanya gadget alias smartphone. Seiring pesatnya kemajuan teknologi yang tidak terbendung lagi, smoga tidak tergelincir dan disibukkan dengan yang namanya sosial media alias ‘sosmed’. Mudah-mudahan melalui video di bawah ini, penulis dapat mengambil hikmat yang terkandung di dalamnya.

Surat Al-An’am ayat 44

Peranan orang tua pada penggunaan smartphone anak memang begitu penting, hal ini seakan-akan menjadi perbincangan dunia. Smartphone memang salah satu teknologi yang paling dikenal oleh masyarakat di seluruh dunia, karena smartphone merupakan salah satu teknologi yang paling mudah digunakan oleh berbagai kalangan. Smartphone memang sangat mengagumkan, peranan smartphone dalam dunia teknologi dan sosial memang begitu berkaitan. Kemudahan yang ada pada sebuah smartphone ternyata berpengaruh pula kepada penggunanya, khususnya bagi anak-anak di bawah umur yang memang masih butuh pengawasan terhadap apa yang mereka lakukan.
Peranan orang tua dalam mengawasi anaknya memang begitu penting dan sangat intens. Masalahnya, smartphone dapat merubah gaya hidup anak tersebut, bahkan smartphone dapat membawa dampak negatif bagi seorang anak di bawah umur yang notabenenya masih butuh pengawasan dan pengarahan dalam setiap gerakannya.
Orang tua yang sedikit saja lengah dengan kegiatan anaknya, sama saja membiarkan anaknya berlari terlalu jauh melebihi batasnya, mengapa demikian? Karena smartphone memang begitu liar atau bebas, hal itu tidak cocok bagi jiwa dan fikiran anak-anak yang memang belum cukup umur untuk menenerima dampak buruk dari sebuah smartphone. Smartphone memang begitu berkembang di kalangan masyarakat, apalagi bagi anak-anak yang biasanya dihadapkan kepada kesalahan orang tua yang banyak memberikan kebebasan kepada seorang anak.
Seharusnya, perlu adanya aturan seperti dalam pembuatan akun di media sosial contohnya facebook. Banyak sekali anak-anak di bawah umur yang sudah menggunakan akun facebook dan isi dalam kronologinya adalah sesuatu yang tidak bermutu, seperti contohnya status tentang cinta dan sebagainya. Hal itu sepatutnya tidak pantas diunggah oleh seorang anak-anak. Maka dari itu, peranan orang tua pada penggunaan smartphone anak memang perlu ditingkatkan lagi, kalau perlu jangan memberikan smartphone secara bebas kepada anak, tetapi selalu awasi apa yang mereka lakukan dengan smartphone tanpa harus diketahui oleh mereka.