Media Informasi, Kreasi, dan Hiburan

Bagi orang-orang yang kecanduan merokok, sangat sulit untuk berhenti merokok meskipun mereka tahu bahwa merokok adalah kebiasaan buruk dan tidak sehat. Selain itu, setiap kali mereka melihat bungkus rokok favorit mereka, yang terlihat adalah pengingat besar penyakit serius yang disebabkan oleh merokok tembakau. Selain itu, orang-orang di sekitar perokok dapat dirugikan dengan menghirup asap rokok yang diembuskan dari perokok.
Semakin banyak perusahaan memperluas produk baru yaitu rokok elektronik sebagai hasil dari beberapa negara yang menerapkan larangan merokok di tempat umum. Sebagai perangkat teknologi penemuan baru, rokok elektronik merupakan alternatif sehat untuk merokok. Meskipun telah menerima kritik dari beberapa ahli kesehatan ketika produk pertama diluncurkan, dimana perangkat tersebut dianggap tidak benar-benar sehat karena mengandung zat berbahaya, Anda perlu mempertimbangkan bahwa rokok elektronik yang jauh lebih sehat jika dibandingkan dengan rokok tradisional.
Rokok tradisional menghasilkan asap yang mengandung ratusan jenis racun yang bisa berbahaya bagi perokok itu sendiri dan orang di sekitar mereka, jika rokok elektronik tidak menghasilkan asap dan setidaknya perangkat ini lebih ramah lingkungan. Asap yang berasal dari rokok elektronik sama sekali tidak ada asap dan tidak pernah ada api, sehingga memberikan Anda keuntungan untuk dapat menggunakannya di mana saja karena larangan merokok hanya berlaku untuk produk tembakau yang menghasilkan api. Oleh karena itu, tidak ada salahnya bagi Anda untuk mengubah ke perangkat yang lebih aman seperti rokok elektronik. Rokok elektronik juga memberikan nuansa sentuhan yang sama seperti rokok nyata.
Selain itu, berbeda rokok tembakau yang hanya memiliki rasa menthol, rokok elektronik yang tersedia di banyak rasa untuk memenuhi setiap perokok rasa dan pengalaman merokok. Anda dapat menemukan rokok elektronik dengan rasa seperti vanila, strawberry, coklat, cherry, cappuccino, dan rasa lainnya di pasar. Dan sekarang, banyak merek rokok elektronik dapat ditemukan di toko online rokok elektronik.
Sebagai alternatif, rokok herbal juga banyak tersedia sebagai pengganti rokok tembakau. Rokok herbal ini terbuat dari rempah-rempah sebagai alternatif pengganti tembakau.

Pada dasarnya, e-learning adalah metode pembelajaran yang disampaikan melalui komputer atau internet. Dalam berbagai sektor dan dengan orang yang berbeda, arti e-learning berbeda. Di banyak sekolah, istilah ini digunakan untuk berarti metode tertentu untuk menyampaikan isi program untuk siswa secara online. Pendidikan online cepat berkembang dalam sistem pendidikan dan secara luas digunakan di banyak universitas dan banyak daerah penelitian. Sementara di bidang bisnis, e-learning mengacu pada strategi yang digunakan oleh jaringan perusahaan untuk memberikan pelatihan kepada karyawannya.
E-learning tidak diragukan lagi, merupakan cara yang lebih fleksibel belajar, dan kadang-kadang juga digunakan dalam kombinasi dengan belajar langsung. Selain itu, banyak lembaga pendidikan juga menawarkan layanan dukungan online untuk siswa, seperti konsultasi, tanya jawab, diskusi bahan studi, e-konseling, dan banyak lagi. Jadi e-learning dengan peluang lebih aktif dan menarik, secara bertahap menggantikan bentuk mengajar secara tradisional. Demikian pula, mobile learning juga telah mengambil lompatan maju dengan munculnya ponsel pintar. Pencantuman video pembelajaran dan e-book telah membuat mobile learning cukup populer di kalangan mahasiswa.
Salah satu keuntungan utama dari e-learning adalah bahwa konten dapat disesuaikan sesuai kebutuhan industri. E-learning sebagai alat bantu telah banyak digunakan dalam mengembangkan konten yang tepat untuk industri yang berbeda, seperti teknologi informasi, software, keuangan, ilmu pengetahuan, dan banyak lainnya. Jangkauan perangkat lunak ditingkatkan dengan sistem terjemahan dan lokalisasi alat, yang membantu dalam mengembangkan konten dalam bahasa yang berbeda dan dalam berbagai format.

Kurikulum 2013 telah memberi dampak yang begitu luas bagi masyarakat pendidikan di Indonesia, tidak terkecuali dampak terhadap Mata Pelajaran TIK di SMP dan SMA, juga Mata Pelajaran KKPI di SMK. Hilangnya Mata Pelajaran TIK dan KKPI adalah fenomena yang menarik sekaligus absurd di tengah hingar bingar perkembangan Teknologi Informasi dalam menopang kemajuan Pendidikan di Indonesia.
TIK semakin penting peranannya karena setiap bangsa akan menjadi bagian dalam perkembangan arus globalisasi yang mensyaratkan penguasaan teknologi tingkat tinggi ini di segala aspek kehidupan. Bangsa yang tidak mengenal dan menguasai teknologi akan menjadi bangsa yang tertindas.

TIK dan Moral
Pelajaran TIK sebenarnya bukan hanya mengajarkan masalah teknis mengenai bagaimana mengoperasikan sebuah software dan hardware. Meskipun tidak dipungkiri bahwa selama ini muatan materi TIK dalam KTSP memang masih menitikberatkan pada substansi ini, TIK perlu diarahkan ke tujuan yang lebih mendalam lagi. TIK dapat memberikan pendidikan nilai mengenai bagaimana cara memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang positif dan mendukung capaian prestasi akademik siswa, sehingga siswa tidak selalu dan selamanya dicetak untuk menjadi seorang operator yang pasif. Mereka juga harus mampu berinovasi dengan teknologi yang telah ada.
Hal lain yang tidak kalah penting adalah TIK membekali siswa dengan kemampuan menggunakan atau memanfaatkan teknologi secara positif dan bertanggung jawab. Ini adalah tantangan berat TIK. Maraknya peredaran video porno yang diunggah beberapa pelajar adalah wujud kegagalan insitusi sekolah menanamkan pendidikan nilai. Sekolah gagal menyinergikan muatan pendidikan nilai berbasis teknologi.

Ketimpangan Sosial
Ketika TIK dihapus dari kurikulum sekolah menengah, isu lain yang terkait dengannya adalah isu ketimpangan sosial dalam pembelajaran di sekolah. Ketiadaan pelajaran ini telah meningkatkan eksklusivitas teknologi dalam masyarakat.
Bagi siswa dari keluarga kelas atas, penghapusan TIK bukanlah masalah serius. Hal ini disebabkan mereka masih memiliki kesempatan dan kemampuan untuk belajar TIK di tempat lain. Atau, mereka juga dapat belajar di rumah karena orang tua mereka mampu menyediakan berbagai fasilitas atau teknologi canggih yang dapat mereka manfaatkan setiap saat. Melalui internet, mereka bisa mempelajarinya dengan cepat dan mudah.
Sebaliknya, bagi siswa dari keluarga tidak mampu atau keluarga miskin, ini adalah masalah serius yang harus mereka hadapi. Bagi mereka, sekolah adalah satu-satunya sarana untuk mengejar ketertinggalan budaya. Sekolah adalah satu-satunya jalan untuk menyamakan kedudukannya dengan kedudukan orang-orang kaya. Dengan kata lain, sekolah adalah satu-satunya ruang tempat mereka mem¬pelajari perkembangan teknologi yang serba canggih.
Bila sekarang TIK dihapus dari sekolah, maka hilanglah kesempatan mereka untuk mempelajari teknologi “secara cuma-cuma”. Dimana lagi mereka harus mempelajari TIK? Di rumah, mustahil mereka memiliki internet. Orang tua mereka sebagian besar gagap teknologi. Jika harus mengikuti kursus, mereka harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Untuk itu, kondisi ini menyebabkan mereka menjadi tidak nyaman dan akan terus mengalami penindasan kelompok atas karena mereka tidak memiliki akses untuk mengejar ketertinggalan mereka.

Singkatnya, penghapusan TIK tidak hanya berdampak negatif bagi guru TIK. Siswa juga merasakan dampak negatif, terutama bagi mereka yang berasal dari kelas bawah. Mereka tidak tahu lagi di mana mereka akan belajar menguasai teknologi ketika sekolah tidak memberikan ruang bagi mereka. Mereka juga tidak tahu, kapan mereka akan menjadi penguasa teknologi.

Disalin dari Web Asosiasi Guru TIK & KKPI Nasional (agtikknas.org)

Mungkin sebagian orang masih bingung dengan istilah 3G, 3.5G, 3.75G, dan terakhir 4G. Sebenarnya apa sih arti istilah-istilah tersebut? Pengertian ‘G’ dalam istilah-istilah 3G hingga 4G adalah kependekan kata ‘Generation’, merupakan istilah untuk sistem telekomunikasi selular. Oleh karena itu, istilah 3G berarti generasi ketiga pada sistem telekomunikasi selular, hal yang sama pada 4G. Istilah ini mendapat ketenaran ketika memasuki era smartphone.
Satu-satunya fitur yang membuat generasi setiap sistem telekomunikasi adalah tingakt kecanggihan dalam hal kemampuan mereka untuk mentransfer informasi. Dengan demikian, semakin tinggi tingkatnya, maka semakin tinggi kecepatan smartphone dalam mentransfer data, gambar, atau video.
Pada dasarnya, standar tingkat kecepatan transfer informasi ini sudah ditetapkan oleh International Telecommunication Union, yang merupakan salah satu badan PBB yang mengurusi teknologi informasi dan komunikasi. Kecepatan minimum 200 kbit/s untuk 3G dan 1 Gbit/s untuk 4G. Meskipun untuk alasan komersial, banyak perangkat yang sudah mempunyai fasilitas 3G atau 4G namun memiliki kecepatan yang lebih rendah dari standar yang seharusnya. Sistem informasi yang mobile ini memang harus didukung oleh jaringan yang tersedia. Akibatnya, sebuah gadget yang memiliki teknologi informasi mobile generasi tertinggi akan sia-sia jika penyedia mobile di daerah tidak memiliki kemampuan untuk membangun jaringan dan frekuensi yang dibutuhkan. Jadi, kinerja gadget yang canggih tetap harus didukung dengan adanya jaringan atau sinyal yang memadai. Dengan kata lain, sayang jika membeli gadget mahal-mahal berteknologi tinggi kalau daerah tempat tinggal sinyalnya lemah.

Pengguna telepon genggam pintar alias smartphone mengalami banyak peningkatan dari segi jumlah, makin banyaknya pilihan produk yang tersedia, serta harga yang makin terjangkau, membuat makin banyak orang dapat menggunakan smartphone untuk membantu kegiatan sehari-hari. Adanya kemudahan untuk memasang dan menghapus aplikasi membuat pengguna smartphone memiliki keleluasaan untuk mengatur penggunaan perangkat miliknya. Kebutuhan atau keperluan tertentu dapat terbantu dengan memilih aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan. Meskipun begitu, ada beberapa hal yang patut diperhatikan terkait dengan memilih aplikasi smartphone dengan bijaksana.

Pertimbangan Legalitas Aplikasi
Ada banyak aplikasi yang dapat diperoleh pengguna smartphone untuk ditambahkan dan digunakan di gadget yang dimiliki. Kemudahan memasang aplikasi membuat pengguna smartphone memiliki keleluasaan untuk menambahkan ataupun mengurangi aplikasi yang terpasang pada sebuah ponsel. Memperhatikan sumber aplikasi yang akan dipasang merupakan hal yang bijaksana untuk dilakukan. Mengunduh aplikasi dari sumber resmi merupakan hal yang sebaiknya dilakukan, baik itu aplikasi gratis ataupun berbayar. Mengunduh aplikasi dengan membeli di toko aplikasi resmi akan menjamin keamanan aplikasi yang dipasang, selain itu juga menghormati hak pembuat dan pengembang aplikasi yang dibeli dan digunakan. Beberapa jenis smartphone atau sistem operasi telah memiliki toko aplikasi resmi dimana pengguna ponsel pintar dapat memilih, membeli dan memasang aplikasi baru.

Menggali Informasi Terkait dengan Aplikasi yang akan Digunakan
Pengguna smartphone sebaiknya mempelajari detail dari aplikasi yang akan dipasang. Setiap aplikasi yang akan diunduh secara resmi ataupun dipasang dapat dipastikan memiliki deskripsi mengenai pembuat hingga fungsi yang dapat diperoleh setelah aplikasi tersebut dipasang. Informasi dari deskripsi sebuah aplikasi dapat digunakan sebagai pertimbangan terkait dengan fungsi dan kebutuhan yang akan dilayani oleh aplikasi tersebut. Mencari tahu tentang sebuah aplikasi melalui media lain juga merupakan hal yang bijaksana. Ada berbagai sumber informasi mengenai berbagai macam aplikasi yang tersedia. Internet dan mesin pencari akan membantu proses mengumpulkan dan mendapatkan informasi mengenai aplikasi tertentu.