Media Informasi, Kreasi, dan Hiburan

Batere laptop ini mungkin terlihat sepele, tetapi yang tidak banyak orang tahu adalah kenapa batere laptop cepat habis, dan tentunya menghambat kinerja kita. Apalagi jika kita sedang mobile atau tidak dekat aliran listrik, pastinya akan sangat merepotkan. Lalu bagaimana cara batere laptop tetap awet? Sebetulnya merawat batere tersebut tidak terlalu sulit, jika kita memperhatikan hal-hal berikut ini:

Hindari Daya Batere Nol
Jika kita sedang menggunakan laptop bersama batere, sebaiknya usahakan agar batere tidak dalam kondisi nol, jika laptop sudah memberikan alarm (tanda daya berkurang), sebaiknya segera charge batere tersebut. Jika kita sering membiarkan daya batere hingga nol, maka batere akan cepat rusak.

Cabut Charger jika sudah 100%
Jika sedang mengisi daya, sebaiknya cabut charger jika kondisi batere sudah tersisi 100%, terkecuali jika kita mengubah modenya menjadi mode stabil. Apabila kita terus membiarkan aliran listrik masuk ke dalam batere, hal ini akan membuat daya batere melemah.

Gunakan Stabilizer
Untuk menjaga pasokan listrik yang ada di dalam laptop, sebaiknya gunakan stabilizer ketika sedang mengisi daya. Fungsinya untuk mencegah adanya kejutan listrik. Jika hal ini terjadi, biasa jadi laptop akan mati mendadak.

Jangan biarkan Laptop Over Heating
Jika sedang menggunakan laptop, sebaiknya gunakan di meja atau di area yang datar. Hindari menggunakan laptop di area yang tidak ramah sirkulasi udara atau tidak rata, apalagi di atas kasur. Hal ini akan membuat kipas bekerja dengan keras, dan membuat daya listrik terbuang percuma, serta laptop cepat panas. Hal ini juga akan berdampak buruk pada kinerja IC Standby dan juga batere itu sendiri.

Demikianlah beberapa ulasan mengenai cara batere laptop tetap awet alias tahan lama, semoga bermanfaat.

Pertimbangan memilih printer laser atau inkjet, tentu harus dilakukan agar kita dapat menggunakan printer dengan lebih maksimal. Kedua jenis printer ini mempunyai kelebihan dan keurangannya masing-masing. Berikut ini adalah beberapa pertimbangan yang harus diketahui sebelum membeli printer laser ataupun inkjet :

Bahan tinta
Jika dilihat dari segi bahan, printer inkjet menggunakan tinta cair, dan biasanya menggunakan bahan berjenis cartridge microscopic nozzles yang karakternya mudah sekali luntur. Sedangkan laserjet, biasanya menggunakan bahan tinta toner serbuk. Dari segi warna, hasil warna cenderung lebih pekat.

Kecepatan printer
Jika dilihat dari segi kecepatan, tinta printer laser jauh lebih cepat dibandingkan printer inkjet. Biasanya printer laser memiliki kecepatan 20 hingga 25 ppm, atau setara dengan 20 hingga 25 per menit.

Dari segi teknologi
Kelebihan dari laserjet terletak pada memori dan prosessornya. Hal ini yang membuat printer ini jarang sekali mengalami kerusakan atau error, dan pastinya printer ini jauh lebi awet. Dari segi pengisian tinta, laserjet jauh lebih lama dibandingkan printer inkjek, yang lebih sering gonta-ganti cartridge.

Dari segi harga
Dari sehi harga, tentu saja kedua produk ini jauh berbeda. Harga printer inkjet jauh lebih murah dibandingkan printer laser. Selain itu, printer inkjet lebih mudah ditemui di beberapa toko komputer dibandingkan printer laser.

Semoga ulasan mengenai beberapa pertimbangan memilih printer laser atau inkjet ini bermanfaat sebelum memilih jenis printer yang pas sesuai kebutuhan.

Kurikulum 2013 telah memberi dampak yang begitu luas bagi masyarakat pendidikan di Indonesia, tidak terkecuali dampak terhadap Mata Pelajaran TIK di SMP dan SMA, juga Mata Pelajaran KKPI di SMK. Hilangnya Mata Pelajaran TIK dan KKPI adalah fenomena yang menarik sekaligus absurd di tengah hingar bingar perkembangan Teknologi Informasi dalam menopang kemajuan Pendidikan di Indonesia.
TIK semakin penting peranannya karena setiap bangsa akan menjadi bagian dalam perkembangan arus globalisasi yang mensyaratkan penguasaan teknologi tingkat tinggi ini di segala aspek kehidupan. Bangsa yang tidak mengenal dan menguasai teknologi akan menjadi bangsa yang tertindas.

TIK dan Moral
Pelajaran TIK sebenarnya bukan hanya mengajarkan masalah teknis mengenai bagaimana mengoperasikan sebuah software dan hardware. Meskipun tidak dipungkiri bahwa selama ini muatan materi TIK dalam KTSP memang masih menitikberatkan pada substansi ini, TIK perlu diarahkan ke tujuan yang lebih mendalam lagi. TIK dapat memberikan pendidikan nilai mengenai bagaimana cara memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang positif dan mendukung capaian prestasi akademik siswa, sehingga siswa tidak selalu dan selamanya dicetak untuk menjadi seorang operator yang pasif. Mereka juga harus mampu berinovasi dengan teknologi yang telah ada.
Hal lain yang tidak kalah penting adalah TIK membekali siswa dengan kemampuan menggunakan atau memanfaatkan teknologi secara positif dan bertanggung jawab. Ini adalah tantangan berat TIK. Maraknya peredaran video porno yang diunggah beberapa pelajar adalah wujud kegagalan insitusi sekolah menanamkan pendidikan nilai. Sekolah gagal menyinergikan muatan pendidikan nilai berbasis teknologi.

Ketimpangan Sosial
Ketika TIK dihapus dari kurikulum sekolah menengah, isu lain yang terkait dengannya adalah isu ketimpangan sosial dalam pembelajaran di sekolah. Ketiadaan pelajaran ini telah meningkatkan eksklusivitas teknologi dalam masyarakat.
Bagi siswa dari keluarga kelas atas, penghapusan TIK bukanlah masalah serius. Hal ini disebabkan mereka masih memiliki kesempatan dan kemampuan untuk belajar TIK di tempat lain. Atau, mereka juga dapat belajar di rumah karena orang tua mereka mampu menyediakan berbagai fasilitas atau teknologi canggih yang dapat mereka manfaatkan setiap saat. Melalui internet, mereka bisa mempelajarinya dengan cepat dan mudah.
Sebaliknya, bagi siswa dari keluarga tidak mampu atau keluarga miskin, ini adalah masalah serius yang harus mereka hadapi. Bagi mereka, sekolah adalah satu-satunya sarana untuk mengejar ketertinggalan budaya. Sekolah adalah satu-satunya jalan untuk menyamakan kedudukannya dengan kedudukan orang-orang kaya. Dengan kata lain, sekolah adalah satu-satunya ruang tempat mereka mem¬pelajari perkembangan teknologi yang serba canggih.
Bila sekarang TIK dihapus dari sekolah, maka hilanglah kesempatan mereka untuk mempelajari teknologi “secara cuma-cuma”. Dimana lagi mereka harus mempelajari TIK? Di rumah, mustahil mereka memiliki internet. Orang tua mereka sebagian besar gagap teknologi. Jika harus mengikuti kursus, mereka harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Untuk itu, kondisi ini menyebabkan mereka menjadi tidak nyaman dan akan terus mengalami penindasan kelompok atas karena mereka tidak memiliki akses untuk mengejar ketertinggalan mereka.

Singkatnya, penghapusan TIK tidak hanya berdampak negatif bagi guru TIK. Siswa juga merasakan dampak negatif, terutama bagi mereka yang berasal dari kelas bawah. Mereka tidak tahu lagi di mana mereka akan belajar menguasai teknologi ketika sekolah tidak memberikan ruang bagi mereka. Mereka juga tidak tahu, kapan mereka akan menjadi penguasa teknologi.

Disalin dari Web Asosiasi Guru TIK & KKPI Nasional (agtikknas.org)