Media Informasi, Kreasi, dan Hiburan

Seperti halnya komputer, bentuk dan fungsi handphone sudah jauh berubah sejak pertama ditemukan. Sebagai alat komunikasi, hampir seluruh orang di dunia sudah tidak asing lagi dengan yang namanya handphone atau secara harfiah bisa diartikan telepon genggam yang lebih dikenal dengan istilah Smartphone ataupun Tablet. Saat ini, alat komunikasi ini hampir tidak bisa terlepas dari tangan pemiliknya, dimana dan kapanpun selalu ada saja kegiatan yang bisa dilakukan dengan gadget tersebut. Mungkin untuk menelpon, mengirim sms, update status, atau sekedar untuk main game dan mendengarkan musik.
Handphone pertama kali adalah Martin Cooper. Ide pembuatan handphone tercetus dari Martin Cooper yang menginginkan alat komunikasi yang kecil, sehingga bisa dibawa kemana-mana. Martin Cooper merupakan salah satu pegawai dari perusahaan Motorola. Martin Cooper tercatat sebagai penemu handphone pertama, tentu tidak membayangkan bahwa telepon selular telah berubah sekecil saat ini, sehingga dapat dibawa kemana saja sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan di jaman teknologi seperti sekarang ini.
Martin Marty Cooper lahir 26 Desember 1928 di Chicago (USA). Di awal tahun 1970-an, dia merupakan pemimpin tim insinyur dari Motorola yang mengembangkan perangkat genggam ponsel yang berbeda dari telepon mobil (Car Phone). Mulai saat itu, Cooper bersama timnya mulai mencari cara untuk memasukan teknologi komunikasi ke dalam alat yang berukuran kecil.
Cooper dan timnya mempatenkan penemuan “Radio Telephone System” yang diajukan pada tahun 1973 dan disetujui pada September 1975. Cooper dianggap sebagai penemu handphone pertama dan orang pertama yang melakukan panggilan dengan prototipe ponsel genggam pada 3 April 1973. Kejadian yang bersejarah tersebut disaksikan di muka umum dan di depan wartawan di kota New York.
Tokoh lain yang sangat berjasa dalam pengembangan handphne adalah Amos Joel Jr. Amos memang bukan penemu handphone, namun seorang pakar di bidang switching. Dengan switching (sistem penyambung), sambungan telepon pada handphone tidak terputus ketika pengguna berpindah tempat sehingga penggunaan handphone menjadi sangat mudah dan nyaman.
Sejak saat itu, perkembangan teknologi handphone terus berlanjut dengan perbaikan di segala bidang, hingga kini kita bisa menikmati handphone yang mungil dan canggih.

[Disalin dari berbagai sumber]

Ponsel (ponsel) merupakan salah satu produk teknologi yang sangat banyak digunakan. Pada saat ini hampir semua orang menggunakan perangkat komunikasi ini untuk mendapatkan kemudahan berkomunikasi dengan orang lain. Ponsel memberikan banyak kemudahan untuk berkomunikasi karena memberikan keleluasaan berbicara secara langsung ataupun melalui media teks. Perangkat ini merupakan salah satu benda yang hampir dipastikan tidak boleh tertinggal ketika meninggalkan rumah. Banyaknya fitur tambahan yang didapatkan dari sebuah perangkat ponsel membuat banyak orang semakin sering menggunakan perangkat ini baik untuk mendukung kebutuhan tertentu ataupun sekedar mendapatkan hiburan dengan bermain game ataupun mengakses internet.

Dampak Penggunaan Ponsel pada Kondisi Psikis Penggunanya
Pemandangan pengguna ponsel yang sibuk dengan perangkat yang digunakan di tempat umum merupakan hal yang sangat lazim pada saat ini. Hal tersebut dapat dengan mudah ditemui di ruang tunggu, kendaraan umum hingga di lokasi kerja. Pada dasarnya, pengguna ponsel akan mendapatkan kemudahan berkomunikasi sehingga memiliki interaksi sosial yang tinggi serta mencegah munculnya perasaan terisolasi. Meskipun begitu, seseorang yang terlalu banyak memegang ponsel dan kurang berinteraksi langsung dengan sesama dan lingkungan dapat berubah menjadi kurang senang berinteraksi secara langsung dengan orang lain atau menarik diri dari kehidupan sosial dan lebih suka berinteraksi dengan bantuan perangkat ponsel. Beberapa orang juga menyatakan memiliki kadar kecemasan yang meningkat serta memiliki rasa keterikatan yang sangat tinggi dengan perangkat komunikasi ini.

Dampak Penggunaan Ponsel pada Kesehatan
Selain mempengaruhi seseorang secara psikis, penggunaan ponsel dalam jangka panjang dengan frekuensi yang sering juga dapat memicu masalah kesehatan tertentu. Radiasi gelombang mikro yang digunakan ponsel untuk mengirim dan menerima sinyal ternyata dapat meningkatkan berbagai resiko kesehatan seperti mudah lupa hingga meningkatkan resiko mengidap kanker. Radiasi ponsel yang sangat kuat dapat menurunkan daya ingat dan bahkan meningkatkan resiko kanker otak. Pada wanita hamil, penggunaan ponsel yang terlalu sering juga dapat mengganggu pertumbuhan janin serta meningkatkan resiko melahirkan anak dengan masalah perilaku.