Media Informasi, Kreasi, dan Hiburan

Dalam sejarah, Nabi Muhammad SAW tidak pernah sakit perut sepanjang hayatnya karena pandai menjaga makanannya sehari-hari. Cara hidup sehat yang dicontohkan beliau antara lain:

Makan Buah terlebih dahulu sebelum Makan Nasi
Nabi Muhammad SAW selalu memakan buah sebelum makan makanan yang mengandung lemak, protein, dan pati murni (daging, gandum, dll). Bukan sebaliknya seperti yang sekarang ini masih sering dilakukan oleh kebanyakan orang.
Memakan buah-buahan sebelum memakan makanan berat sangat bermanfaat, karena buah-buahan mengandung gula rendah kalori yang mudah dicerna dan diserap sehingga usus kita mampu menyerap gula ini dalam waktu yang singkat (beberapa menit) dibandingkan dengan memakan makanan berat lebih dulu karena usus memerlukan kira-kira 3 jam untuk menyerap gula.
Buah tidak bersifat asam seperti anggapan kita selama ini, malah makanan pati (nasi) dan protein (daging) akan meningkatkan asam lambung karena asam lambung dibutuhkan untuk mencernanya. Buah memang seharusnya berfungsi sebagai “penggugah selera”, bukan sebagai “pencuci mulut” karena di dalam lambung buah akan bersifat basa. Dokter juga menganjurkan hal ini, sebab bila buah dimakan setelah makan nasi, maka di dalam perut buah akan terfermentasi bersama nasi (padahal harusnya nutrisi buah bisa diserap langsung oleh tubuh) yang berakibat timbulnya gas dalam perut, dan menyebabkan kembung.
Ya, karena jika buah dikonsumsi setelah kita makan “makanan berat”, buah akan keburu terfermentasi di organ pencernaan kita. Ini karena buah hanya membutuhkan waktu cerna yang lebih pendek dibanding “makanan berat” yang pada umumnya mengandung pati, lemak dan protein. Oleh karena itulah, kita dianjurkan makan buah atau makanan yang manis saat berbuka puasa.

Hindari Makan Daging bersama Ikan
Dalam kitab juga melarang kita makan makanan darat bercampur dengan makanan laut. Nabi juga pernah mencegah kita makan ikan bersama susu, karena akan cepat mendapat penyakit. Ini terbukti oleh ilmuwan yang menemukan bahwa dalam daging ayam mengandung ion (+) sedangkan dalam ikan mengandung ion (–). Jika dalam makanan, daging ayam bercampur dengan ikan maka akan terjadi reaksi biokimia yang akan dapat merusak kinerja usus kita.
Salah seorang pakar nutrisi bernama Abdullah Mahmud telah meneliti pola makan sehat ala Rasulullah. Penelitian dilakukan berawal dari rasa penasaran kenapa Rasulullah tak pernah sakit selama masa hidupnya. Hasil penelitian Abdullah benar-benar mengagumkan, bahwa mengkonsumsi dua jenis makanan yang saling berlawanan membuat metabolisme tubuh melakukan proses negatif. Dampaknya terhadap kesehatan akan dirasakan setelah 10-15 tahun, seperti muncul penyakit jantung koroner. Jadi, jauh sebelum ilmu nutrisi modern muncul, Rasulullah sudah melakukannya lebih dulu.

[dikutip dari berbagai sumber]

Ledakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah membuka babak baru bagi masyarakat untuk memperoleh informasi dengan mudah dan cepat. Sekat informasi dengan sendirinya menghilang oleh kuatnya inisiatif individu yang ingin tahu lebih banyak tentang apa yang terjadi di sekitarnya. Siapapun memiliki akses ke sumber daya di seluruh penjuru dunia. Akibatnya, masyarakat menjadi lebih kritis dan responsif terhadap berkembang di sekitar mereka.
Perkembangan dunia teknologi informasi begitu pesat, telah membawa manfaat luar biasa bagi kemajuan peradaban manusia. Kegiatan komunikasi yang sebelumnya menggunakan peralatan yang sangat kompleks, kini telah digantikan oleh mesin-mesin yang relatif otomatis. Sistem kerja peralatan teknologi telah menggantikan kekuatan tenaga manusia dengan akselerasi yang luar biasa, seolah-olah mampu menggeser posisi kemampuan otak manusia dalam berbagai disiplin ilmu dan bidang kegiatan manusia. Kemajuan TIK yang telah dicapai sekarang, benar-benar telah diakui dan dirasakan memberikan banyak kemudahan dan kenyamanan bagi kehidupan manusia. Hal ini tidak terlepas dari aktivitas yang sering didukung oleh teknologi informasi itu sendiri, dan mampu menjawab tuntutan pekerjaan yang lebih cepat, lebih mudah, lebih murah, dan menghemat waktu.
Di satu sisi, teknologi memiliki keuntungan bagi mereka yang menggunakannya. Saat ini, semua orang dapat mengakses informasi dengan cepat dan mudah, sehingga mereka dapat menyadari bahwa dunia tampaknya berada dalam genggaman mereka. Kursus akses akan memperkaya masyarakat dengan kekayaan informasi yang dapat memacu motivasi mereka untuk meningkatkan kreativitas. Selain itu, gelombang kemajuan dan perkembangan teknologi telah membawa perubahan pada kehidupan dan gaya hidup masyarakat yang lebih dinamis.
Di sisi lain, tidak bisa disangkal bahwa masyarakat telah menjadi “budak” dari teknologi informasi itu sendiri. Bagaimana tidak, kehidupan yang mereka jalani tidak pernah lepas dari peran teknologi informasi. Fenomena yang terjadi saat ini, seolah-olah orang sudah tidak bisa terlepas dengan yang namanya peralatan TIK (gadget) dimanapun berada.
Bagaimanapun juga, teknologi hendaknya dapat mendorong kita untuk melihat hal-hal kecil sebagai hal-hal yang dapat digunakan sebagai peluang yang tersaji di depan mata. Karena dengan begitu, maka kita dapat membalikkan arah imperialisme budaya yang dibawa oleh perkembangan teknologi informasi menjadi sesuatu yang bermanfaat.